Beberapa hikmah yang dapat kita petik dari Hijrahnya Nabi dan para syahabat dari Mekah ke Madinah saat itu adalah:
Pertama : peristiwa hijrah Rasulullah dan para sahabatnya dari Mekah ke Madinah merupakan tonggak sejarah yang monumental dan memiliki makna yang sangat berarti bagi setiap muslim, karena hijrah merupakan tonggak kebangkitan Islam yang semula diliputi suasana dan situasi yang tidak kondusif di Mekah menuju suasana yang prospektif di Madinah.
Kedua: Hijrah mengandung semangat perjuangan tanpa putus asa dan rasa optimism yang tinggi, yaitu semangat berhijrah dari hal-hal buruk kepada yang baik, dan hijrah dari hal-hal baik ke yang lebih baik lagi. Rasulullah shalallahu alaihi wasalam dan para sahabatnya telah melawan rasa sedih dan takut dengan berhijrah, meski harus meninggalkan tanah kelahiran, sanak saudara dan harta benda mereka.
Ketiga: Hijrah mengandung semangat persaudaraan, seperti yang sicontohkan oleh Rasulullah pada saat beliau mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dengan kaum Anshor, bahkan beliau telah membina hubungan baik dengan beberapa kelompok Yahudi yang hidup di Madinah dan sekitarnya pada waktu itu. Dalam sebuah riwayat dikisahkan, ada seorang yang mendatangi Rasulullah dan berkata “Wahai Rasulullah, saya baru saja mengunjungi kaum yang berpendapat bahwa hijrah telah berakhir” , Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya hijrah itu tidak ada hentinya, sehingga terhentinya taubat itu tidak ada hentinya sehingga matahari terbit dari sebelah barat”.
Introseksi Diri atau Bermuhasabah
Dengan memasuki tahun hijriah, kita memasuki 1 muharram yang berarti kita meninggalkan tahun lalu, yakni tahun 1437 Hijriah. Penyambutan tahun baru ini tidak selayaknya seperti yang dilakukan oleh orang-orang non muslim saat merayakan tahun baru Masehi, tetapi merayakannya sesuai dengan yang dicontohkan Rosulullah sholallahu alaihi wasalam. Sekarang kita ,masih hidup, tetapi siapa tahu besok atau lusa atau minggu depan atau bulan depan atau taun depan kita akan mati. Sekarang kita masih dapat menikmati tahun baru Hijriah, tetapi siapa tahu tahun depan kita sudah tidak ada.
Berbahagialah bagi mereka yang memperoleh nikmat umur panjang dan mengisinya dengan amalan-amalan yang baik dan perbuatan perbuatan yang bijak. Rosulullah bersabda : “Sebaik-baiknya manusia adalh orang yang panjang umurnya dan baik amalannya (HR Ahmad). Dalam menyambut tahun baru hijriah , sangat penting bagi kita untuk berkaca diri, menilai dan menimbang amalan-amalan yang telah kita perbuat , dan yang lebih penting lagi apakah amalan amalan yang telah kita kerjakan itu sesuai dengan apa yang telah dilakukan rosulullah dan para sahabatnya, karena sebaik-baik generasi adalah generasi para sahabat. Penilaian ini bukan hanya untuk mengetahui seberapa besar perbuatan amal dan dosakita , agar tahun mendatang lebih baik dari tahun ini .
Adalah satu riwayat yang menceritakan tentang anak Umar bin Khatab pulang dari sekolahnya sambil menghitung tambalan-tambalan yang melekat dibajunya yang sudah using dan jelek. Dengan rasa kasihan Umar sang Amirul Mukminin (Pemimpin Kaum Muslimin), sebagai ayahnya mengirim sepucuk surat kepada bendaharawan Negara, yang isinya minta agar belia diberi pinjaman uang sebanyak 4 dirham, dengan jaminan gajinya bulan depan supaya dipotong. Kemudian bendaharawan itu mengirim surat balasan yang isinya : “Wahai Umar, apakah engkau telah dapat memastikan bahwa engkau masih hidup sampai bulan depan?. Bagaimana kalau engkau mati sebelum melunasi hutangmu?”. Membaca balasan itu Umar tersungkur menangis, lalu beliau menasehati anaknya dan berkata: “Whai anakku, berangkatlah ke sekolah dengan baju usangmu itu sebagaimana biasanya, karena aku tak dapat memperhatikan umurku walaupun untuk satu jam” Sungguh batasan umur manusia taidak ada yang mengetahuinya, kecuali hanya Allah subhanahu wa ta’ala. Oleh karena keterbatasan tersebut, dank arena rahasia Allah subhanahu wa ta’ala semata, maka marilah kita pergunakan kesempatan hidup ini dengan meningkatkan taqwa kita kepadaNya dan menambah semangat beramal ibadah yang lebih banyak lagi.







0 comments:
Post a Comment